Tumblelog by Soup.io
Newer posts are loading.
You are at the newest post.
Click here to check if anything new just came in.
taswanita17765

“Harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan ilmu”, itulah pepatah arif sebagai gambaran pernyataan yang diungkapkan oleh Fuad Hasan bahwa “Manusia adalah Orang Plus Bukunya”. Ungkapan tersebut menyiratkan makna bahwa manusia belum layak disebut manusia apabila belum per

tas branded

nah menulis buku.

Menulis adalah tingkatan terakhir dalam keahlian manusia di bidang aksara, setelah keahlian mendengar dan berbicara. Menulis merupakan hal spektakuler dan penting, sama pentingnya dengan membaca dan berhitung sehingga tidak heran jika kurikulum Sekolah Dasar ada mata pelajaran membaca, menulis, dan berhitung yang tekenal dengan istilah CALISTUNG.

Kita dilahirkan saat tulisan sudah muncul dan kita pun dilahirkan pada zaman yang yang sudah mampu untuk mandiri menghadapi tantangan hidup. Kita adalah generasi aksara dan kita pun generasi mandiri.

Tulisan adalah penghidup generasi cerdas. Di mana tanpa tulisan, tidak ada pengetahuan yang kekal. Tulisan adalah bukti nyata dari sejarah. Dapat dibayangkan, seandainya Aristoteles, seorang ilmuwan besar atau Bapak Selo Soemardjan, seorang Bapak Sosiologi Indonesia tidak menuliskan dalil yang mereka tetapkan. Akankah sekarang kita mengetahuinya ? Tentu tidak, bukan ? Contoh lainnya misalkan tidak ada seorangpun yang berminat menuliskan biografi para pejuang Indonesia. Apakah sekarang kita mengenal mereka ? Belum tentu, bukan ? Itulah sekelumit contoh betapa dahsyatnya sebuah tulisan dalam mencerdaskan generasi-generasi yang belum terlahir pada masa itu. Tidaklah salah bila mantan Presiden Amerika Serikat, Benjamin Franklin mengatakan “Jika anda tidak ingin segera dilupakan orang setelah anda meninggal, maka tulislah sesuatu yang patut dibaca atau berbuatlah sesuatu yang patut diabadikan dalam tulisan.”

Dengan menulis kita telah mendapat nilai kecerdasan karena diajak untuk berpikir lebih runtut dan logis dalam mengembangkan ide-ide dan gagasan, menghubungkannya dengan kata-kata yang sedap ditatap mata, serta berupaya agar tulisannya diminati banyak orang

Don't be the product, buy the product!

Schweinderl